Guru Madrasah UKG Secara Offline 2015

Seputer Inormasi Pendidikan -- Uji Kompetensi Guru susulan telah berlangsung dari kemarin yang bernaung di bawah Kemendikbud. Akan tetapi uji kompetensi guru ini masih mesisahkan guru yang tidak bisa ikut ukg dengan beberapa kriteria persoalan yang di temukan, salah satunya adala guru yang mapel PAI.


Pada Bulan ini tepatnya pertengahan minggu ke 2 Selain Kemendikbud yang melaksanakan uji kompetensi guru (UKG) untuk guru-guru di bawah naungannya, Kementerian Agama (Kemenag) juga turut menyelenggarakan UKG bagi para guru madrasah. UKG yang dilaksanakan Kemenag menggunakan paper based test (PBT), bukan computer based test (CBT) sebagaimana yang dilaksanakan Kemendikbud.

UKG offline atau PBT itu dilaksanakan di MIN Jambangan, Surabaya, kemarin (13/12). Pesertanya berjumlah 137 guru madrasah negeri. Mereka terdiri atas 90 guru madrasah tsanawiyah (MTs) negeri dan 47 guru madrasah ibtidaiyah (MI) negeri.

''Untuk guru swasta, memang belum. Itu ketentuan dari pusat,'' kata Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Surabaya Abdul Rahman.

Tapi, dari 137 guru madrasah yang ikut UKG, 12 di antaranya tidak hadir. Ketidakhadiran mereka bukan karena alpa, melainkan ikut UKG online (CBT) yang dilaksanakan Kemendikbud. ''Karena waktu ujiannya memang bersamaan,'' tuturnya.

Rahman mengungkapkan, guru madrasah memang bisa ikut dua UKG. Yakni, UKG offline oleh Kemenag dan UKG online yang diselenggarakan Kemendikbud. Namun, jika waktu pelaksanaannya bersamaan, guru diprioritaskan mengikuti UKG online.

Menurut Rahman, ada 606 guru madrasah yang ikut UKG online. Mereka terdiri atas guru MTs dan guru madrasah aliyah (MA), baik negeri maupun swasta.

Sebanyak 606 guru dan 137 guru itu tentu belum menjangkau seluruh guru madrasah di Surabaya. Apalagi, jumlah guru mencapai ribuan. Begitu pula lembaga madrasah yang berjumlah ratusan. Jumlah MI di Surabaya mencapai 160 lembaga, MTs 45 lembaga, dan MA 18 lembaga.

Di sisi lain, UKG tahap dua dipandang tidak terlalu penting oleh banyak guru. Buktinya, masih banyak yang tidak mengikuti UKG tahap dua yang berakhir kemarin (13/12). Padahal, Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya memberikan dua kali kesempatan.

Sebelumnya, terdapat 631 guru yang tidak mendaftar UKG tahap dua. Jumlah tersebut bertambah lebih banyak. Sebab, ditemukan guru yang mangkir di beberapa tempat ujian kompetensi (TUK). Di TUK SMAN 15, dari total 180 peserta UKG tahap dua, terdapat 53 guru yang tidak hadir.

Demikian informasi semoag bermanfaat dan ada perubahan tahun depan oleh pemerintah
Sumber :Jpnn.com
Guru Madrasah UKG Secara Offline 2015 merupakan dokumen sekolah PAUD, RA, TK dan KOBER dan Sekolah SD, SMP, SMA dan SMK Sederajat yang bisa digunakan untuk melengkapi semua keperluan dan kebutuhan administrasi di sekolah, selain itu juga bisa digunakan sebagai bahan perbandingan atau suatu referensi sesuai dengan keperluan di sekolah kita. Lihat juga file-file yang masih perupakan perangkat administrasi guru dan sekolah yang bisa di download dibawah ini:

Administrasi Apliaksi Sekolah

dapodik13

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

0 Response to "Guru Madrasah UKG Secara Offline 2015"

Post a Comment

'; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();